Mimpi
dan kenyataan adalah dua hal yang saling bertentangan, namun demikian
diantara kedua hal tersebut terdapat seutas tali yang menghubungkannya.
Ketahuilah tali itu bernama harapan dan kemauan. Dengan kemauan yang
kuat sebuah mimpi akan bisa terwujud ke alam nyata. Telah begitu banyak
yang membuktikannya, kawan!
Sadar
ataupun tidak, pada dasarnya yang memisahkan mimpi dengan kenyataan
atau realita itu hanyalah waktu. Karena berawal dari mimpi-mimpi anak
manusia lah realita ini ada.
Begitu
banyak manusia sukses dengan mimpi-mimpinya. Tanpa adanya sebuah mimpi
manusia itu akan mati karena kehilangan gairah hidupnya. Pada dasarnya
mimpi lah yang membut manusia bangkit untuk terus berjuang menghadapi
hidup ini.
Sebuah
mimpi kadang terlihat begitu jauh dari realita, walaupun demikian tetap
saja sebuah mimpi itu mungkin diwujudkan selama ada kemauan yang kuat
di dalam diri orang yang memiliki mimpi. Sebab tak ada yang mustahil
bagi sebuah mimpi untuk menjadi realita. Sekalipun memang tidak mudah
dalam mearih mimpi-mimpi itu. Semakin besar sebuah mimpi semakin keras
juga perjuangan untuk mewujudkannya..mungkin inilah harga dari sebuah
mimpi.
Setiap
orang yang berani bermimpi harus berani pula membayar harganya. Harga
mimpi itu adalah pahitnya perjuangan, sedangkan laba dari mimpi itu
adalah manisnya keberhasilan. Jika mimpi itu adalah sebuah asset maka
investasi selanjutnya setelah mimpi adalah pantang menyerah,kalau di
istilahkan pepatah orang banjar itu adalah,”dalas hangit balangar
dada,amun manyarah kada”..atau kalau meminjam istilah pepatah
lainnya,”Waja sampai kaputing” tupang. Dengan demikian keberhaasilan
menjadi sebuah harga mati bagi orang yang berani bermimpi.
Ada sebuh qaidah dalam teori psikologi yang sering disebut dengan prinsip LOA [
ow of Attraction]. Dalam prinsip LOA dikatakan, ketika kita membulatkan
tekad untuk meraih sesuatu, maka segala sesuatu yang ada ajan mendekat
untuk menghantarkan kita pada tujuan kita tersebut. Hal ini sejalan
dengan pepatah arab yng berbunyi,”Man jadda wa jadda” siapa saja yng
bersungguh-sungguh niscaya dia akan berhasil mendapatkan apa yang ia
tuju.
Dalam
Al Qur’an pun dikatakan, fa idza azzamta fatawakkal ‘alallahh, (maka
apabila kalian sudah memiliki kemauan yang kuat selanjutnya serahkan
kepada Allah. Memang sih dalam menggapai sebuah mimpi itu pasti akan
banyak rintangan yang siap menghadang langkah-langkh kita. Akan tetapi,
Selama si pemimpi tidak pernah berhenti berjuang maka pada akhirnya
mimpi itu akan terwujud juga. Karena perjuangan meraih mimpi terkadang
adalah sebuah perjalanan yang panjang, maka motivasi yang kuat sangat mutlak diperlukan.
Tahukah
anda bahwa sebenarnya tidak ada orang yang malas, yang ada itu adalah
orang yang tidak termotivasi. Tahukah pula bahwasanya tidak ada orang
yang gagal selama ia masih belum berhentti berproses. Bukankah beda
orang berhasil dengan orang gagal itu hanya terletak pada waktu mereka
mengakhiri usahanya. Orang gagal itu terlalu dini mengakhiri usahanya,
sementara mimpinya belum lagi terwujud. Sedangkan
orang sukses itu tidak pernah benar-benar berhenti berjuang sebelum
mimpinya itu terwujud secara sempurna.
Maka yang harus kita ketahui juga adalah, bahwasanya ada
dua hal yang apabila ini ada pada jiwa orang yang bermimpi maka dapat
dipastikan mimpi itu hanyalah akan menjadi angan-angan untuk selamanya.
Dua hal ini apabila menjangkiti manusia maka ia berpotensi menjadi orang
yang gagal. Dan tahukah anda dua hal tersebut adalah puas diri dan
putus asa.
Teakhir yang tidak boleh dilupakan oleh orang-orang yang bermimpi adalah
doa yang tiada putus kepada Allah Tuhan semesta alam. Ketawakkalan yang
tetap terhunjam dalam jiwa di setiap langkah perjuangan, Walau
bagaimanapun Allah Maha kuasa merubah Sesuatu yang yang tadinya mustahil
menjadi mungkin untuk terwujud. So, keep your spirit and keep your
dream..Jangan pernah takut dikatakan sebagai seorang pemimpi, karena
Sang Pemimpi itu adalah Sang Pemenang. .ALLAHU AKBAR!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar