Pembajakan
piranti lunak yang beredar di Indonesia diharapkan jumlahnya dapat
dikurangi hingga 10 persen dalam jangka waktu 4 tahun ke depan. Hal ini
disampaikan oleh Donny Sheyoputra, Juru Bicara Business Software
Alliance (BSA), organisasi nirlaba di bidang promosi dunia teknologi
informasi siang tadi saat peluncuran kampanye anti pembajakan piranti
lunak di Jakarta Pusat (12/9/2010).
Saat
ini, menurut Donny, angka pembajakan piranti lunak di Indonesia
terhitung sangat tinggi, yaitu mencapai 86 persen. "Di indonesia
pembajakan software tahun ini naik 1 persen dari tahun lalu. Dari 100
software yang di install oleh masyarakat, ada 86 software yang tanpa
lisensi, atau disebutnya bajakan," jelasnya.
Donny
menambahkan bahwa dengan pengurangan angka pembajakan piranti lunak di
Indonesia ini negara sebenarnya akan berpotensi untuk meningkatkan
jumlah pendapatan per tahun. "Kalau bisa dikurangi sampai 10 persen
negara berpotensi menerima pajak tambahan sekitar 124 juta USD (dollar
AS) per tahunnya," ungkapnya.
Menurut
International Data Coorporation, selain bertambahnya pendapatan pajak,
pengurangan pembajakan ini juga akan berpotensi menambah jumlah tenaga
kerja mencapai 1884 tenaga kerja. Belum lagi pertambahan pendapatan
perkapitanya tiap tahun diperkirakan mencapai 2,4 miliar dollar AS.
Secara global, Donny menyebutkan bahwa pabila dalam 4 tahun pembajakan
ditekan sampai 10 persen akan meningkatkan pendapatan perkapita dunia
menjadi 142 miliar dollar AS.
"Ini
bisa juga mencetak 500 ribu tenaga kerja, pendapatan pajak juga akan
meningkat hingga 32 miliar USD," ujarnya. Donny berharap agar penekanan
angka pembajakan piranti lunak ini dapat segera dilakukan karena,
menurutnya, semakin cepat dilakukan akan semakin tinggi dampak
ekonominya. "Kami telah bekerja sama dengan sejumlah Polda di Indonesia
untuk menegakkan hukum atas hak cipta intelektual ini," ujarnya.
Pembajakan
piranti lunak yang beredar di Indonesia diharapkan jumlahnya dapat
dikurangi hingga 10 persen dalam jangka waktu 4 tahun ke depan. Hal ini
disampaikan oleh Donny Sheyoputra, Juru Bicara Business Software
Alliance (BSA), organisasi nirlaba di bidang promosi dunia teknologi
informasi siang tadi saat peluncuran kampanye anti pembajakan piranti
lunak di Jakarta Pusat (12/9/2010).
Saat
ini, menurut Donny, angka pembajakan piranti lunak di Indonesia
terhitung sangat tinggi, yaitu mencapai 86 persen. "Di indonesia
pembajakan software tahun ini naik 1 persen dari tahun lalu. Dari 100
software yang di install oleh masyarakat, ada 86 software yang tanpa
lisensi, atau disebutnya bajakan," jelasnya.
Donny
menambahkan bahwa dengan pengurangan angka pembajakan piranti lunak di
Indonesia ini negara sebenarnya akan berpotensi untuk meningkatkan
jumlah pendapatan per tahun. "Kalau bisa dikurangi sampai 10 persen
negara berpotensi menerima pajak tambahan sekitar 124 juta USD (dollar
AS) per tahunnya," ungkapnya.
Menurut
International Data Coorporation, selain bertambahnya pendapatan pajak,
pengurangan pembajakan ini juga akan berpotensi menambah jumlah tenaga
kerja mencapai 1884 tenaga kerja. Belum lagi pertambahan pendapatan
perkapitanya tiap tahun diperkirakan mencapai 2,4 miliar dollar AS.
Secara global, Donny menyebutkan bahwa pabila dalam 4 tahun pembajakan
ditekan sampai 10 persen akan meningkatkan pendapatan perkapita dunia
menjadi 142 miliar dollar AS.
"Ini
bisa juga mencetak 500 ribu tenaga kerja, pendapatan pajak juga akan
meningkat hingga 32 miliar USD," ujarnya. Donny berharap agar penekanan
angka pembajakan piranti lunak ini dapat segera dilakukan karena,
menurutnya, semakin cepat dilakukan akan semakin tinggi dampak
ekonominya. "Kami telah bekerja sama dengan sejumlah Polda di Indonesia
untuk menegakkan hukum atas hak cipta intelektual ini," ujarnya.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar